Lembaga Keungan Mikro Syariah Baitulmal Aceh yang mulai beroperasi hari ini mengemban tiga misi utama yaitu pembangunan ekonomi yang berpedoman pada aktivitas ekonomi dan bisnis yang menyentuh masyarakat banyak, pelaksanaan etika bisnis dan hukum serta membangun kekuatan ekonomi untuk islam, sehingga menjadi sumber dana pendukung kesejahteraan rakyat dan peningkatan dakwah islam. Pendapat tersebut disampaikan Pj Gubernur Aceh Ir. H. Tarmizi Karim, M.Sc pada acara lonching LKMS Baitulmal Aceh.
Hadirnya LKMS Baitulmal Aceh diyakininya dapat memberi dukungan bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM), karena LKMS ini didirikan bertujuan untuk memperkuat modal bagi pegiat usaha mikro di Aceh, dengan cara pengelolaan dana zakat dan dana infak scara komersial dalam bentuk Aqad Mudharabah dan atau murabahah, dengan demikian dana tersenut akan lebih produktif.
Dengan menggunakan pola seperti itu dana yang diperolah dari masyarakat akan terus bergulir secara berkesinambungan dan pada akhirnya keuntungan dari pengelolaan usaha ini akan kembali kepada masyarakat. LKMS ini juga akan menghimpun simpanan masyarakat, sehingga dalam jangka panjang status LKMS dapat meningkat menjadi BPR Baitulmal Aceh. Itu merupakan harapan beliau dalam rangka meningkatkan pembangunan ekonomi Aceh dimasa yang akan datang
(Ruskhanidar)
Daily Archives: June 8, 2012
BAITULMAL ACEH LONCHING LKMS
Baitulmal Aceh secara remi meluncurkan Lembaga Keungan Mikro Syariah (LKMS)kamis kemarin (7/6). Peresmian berlangsung di kantor LKMS jalan T. Nyak Arif Jeulingke Banda Aceh oleh PJ Gubernur Aceh Ir. H. Tarmizi Karim , M.Sc. Hadir pada acara lonching tersebut perwakilan DPRA, unsure Muspida, jajaran SKPA serta para kepala cabang BUMN, BUMD, dan perbankan.
Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang diresmikan ini adalah bagian dari pendayagunaan dana infak tahun 2011 sejumlah 60 milyar, dengan rincian kegiatan masing – masing pembangunan 454 unit rumah fakir miskin di 23 kabupaten kota seluruh Aceh dengan anggaran infak 28,1 milyar, Pembangunan mushalla, aula dan gudang sebagai fasilitas pelengkap kantor Baitulmal Aceh di jalan T. Nyak Arif, komplek keistimewan Aceh dengan anggaran 1,2 milyar, dan pembangunan gedung Islamic centre di jalan Imam Bonjol pada lokasi bekas kantor BAZIS Aceh dengan anggaran infak 28 milyar, serta pembentukan Lembaga Keuangan Mikro Syariah dengan anggaran 2,3 milyar.
Berdasarkan release yang diterima reporeter Radio Baiturrahman menjelaskan bahwa LKMS ini merupakan pengembangan dari unit pengelola zakat produktif (UPZP) Baitulmal Aceh yang popular dengan program pendayagunaan dana zakat untuk modal usaha bergulir. LKMS didirikan dengan tujuan memperkuat kases modal bagi pegiat usaha mikro di Aceh.
Selain itu, sebagai inovasi dari program sakat produktif yang sudah disalurkan Baitulmal Aceh sejak tahun 2006 lalu. LKMS akan melanjutkan pembiayaan usaha masyarakat yang dipelopori UPZP dan telah menggulirkan dana sebesar 6,9 milyar rupiah. Jika swelama ini zakat produktif disalurkan dengan perjanjian qardhul hasan atau tanpa bunga, maka modal dari sumber infak yang dikelolaLKMS akan disalurkan dengan pola komersial dalam bentuk perjanjian mudharabah (bagi hasil) dan murabahah (jual beli)
Badan Pelaksana LKMS dikelola oleh 7 orang> mereka telah mengikuti training yang dilaksanakan oleh PINBUK Aceh dan melakukan magang pada beberapa Baitul Qiradh di Banda Aceh. Pengelola LKMS ini juga dibantu oleh 3 tenaga kontrak yang gajinya dibayar dengan dana APBA.
Lembaga Keungan Mikro Syariah diyakini dapat membantu akses modal usaha kepada kaum miskin dan mendampingi mereka untuk meningkatkan usaha dan kualitas diri. Demikian pula bagi masyarakat calon wira usaha baru, yang bertekat mengembangkan usaha dan ingin sukses berbisnis dapat bermitra dengan LKMS
(Ruskhanidar)